Indeks Journal bulan 04-2006

POLA PEMBERIAN PENGGANTI AIR SUSU IBU (PASI) SEBAGAI FAKTOR RESIKO TERJADINYA DIARE AKUT PADA ANAK USIA 3 – 24 BULAN DI RSUD CIBABAT CIMAHI
BUDIMAN

Pemberian PASI yang memenuhi syarat kesehatan, menyebabkan peningkatan kejadian diare pada bayi. Penggunaan dot botol susu yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan media transmisi mikroba penyebab diare. Dari studi pendahuluan data yang diperoleh pada bulan Agustus 2003 di RSUD Cibabat-Cimahi dari wawancara terhadap 20 ibu ternyata 15 balita diare berfokus pada pola pemberian PASi sebagai faktor resiko terjadinya diare akut.

04/2006

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN ISPA DI RUMAH TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS CIMAHI TENGAH
RINI MULYATI

Penyakit infeksi saluran pernafasan akut masih merupakan masalah kesehatan di negara berkembang dengan angka morbalitas dan mortalitas yang tinggi. Di Indonesia kejadian pneumonia pertahun diperkirakan 10 -20 % dari jumlah balita dan 10 % penderita pneumonia akan meninggal bila tidak diberi pengobatan. Di Puskesmas Cimahi Tengah penyakit infeksi saluran pernafasan masih menduduki urutan pertama. Dari bulan Januari s/d Desember tahun 2004 terdapat 118 kasus ISPA pada anak begitu juga anak dengan batuk pilek dengan insedent tertinggi terjadi pada anak balita (59,13%). Di samping itu kualitas tata laksana kasus ISPA pada balita di sarana kesehatan dirasakan masih rendah dan belum maksimalnya promosi penanggulangan peumonia pada balita. Oleh sebab itu petugas kesehatan harus berupaya meningkatkan pengetahuan keluarga dalam melakukan perawatan ISPA di rumah. Dengan didasari pengetahuan, kesadaran dan sikap yang positif diharapkan perilaku yang dimunculkan bersifat langgeng, terutama perilaku kesehatan sehingga keluarga dapat melakukan usaha-usaha untuk mencegah terjadinya pneumonia pada anak dan melakukan perawatan ISPA dengan baik di rumah sesuai dengan nasehat petugas kesehatan.

04/2006

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MINAT MAHASISWA MENGIKUTI PENDIDIKAN DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN JENDERAL AHMAD YANI
Dyan Kunthi Nugrahaeni

Salah satu yang menentukan eksistensi suatu perguruan tinggi adalah adanya minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan di perguruan tinggi tersebut, yang didasarkan berbagai pertimbangan, diantaranya adalah karakteristik mahasiswa, karakteristik orang tua mahasiswa, pengelola atau penyelenggara pendidikan, biaya pendidikan yang relatif terjangkau, fasilitas pendidikan yang memadai, tenaga pengajar yang berkualitas, jarak tempat tinggal mahasiswa dan peluang kerja setelah lulus.

04/2006

HUBUNGAN ANTARA LAMA KERJA DAN PEMAKIAN ALAT PELINDUNG DIRI (MASKER) DENGAN KAPASITAS VITAL PAKSA PARU TENAGA KERJA PADA UNIT SPINNING PT.VONEX INDONESIA
Novie E. Mauliku

Debu kapas yang mencemari lingkungan kerja dapat mempengaruhi harga volume udara ekpirasi pada detik pertama/FEV1 tenaga kerja sehingga menyebabkan gangguan fungsi paru. Salah satu gangguan paru tersebut adalah penyakit byssinosis. Pemaparan debu pada tenaga kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor lama kerja dan kebiasaan menggunakan APD.

04/2006

HUBUNGAN PERAN TEMAN SEBAGAI SUMBER INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN SIKAP REMAJA MENGENAI HUBUNGAN SEKSUAL PRA NIKAH THE RELATIONSHIP OF PEER’S ROLE AS A SOURCE OF REPRODUCTIVE HEALTH INFORMATION WITH TEENAGER’S ATTITUDE REGARDING PRE MARITAL SEXUAL INTERCOURSE
Eny Kusmiran, Siswanto Agus Wilopo, Ira Paramastri

Background: One of the main issues of teenager’s reproductive health is that peer could influence social norm and teenager’s pre marital sexual intercourse. Data of Indonesian teenager pre marital sexual behavior based on SKRRI 2002 is very low so that questioner regarding pre marital sexual intercourse Attitude becomes an alternative in exploring teenager’s pre marital sexual behavior.

04/2006

Home Diarrhoeal Treatment in Under-five-year-old Children in Purworejo Regency Penatalaksanaan Diare di Rumah pada Balita di Kabupaten Purworejo
1. Arie J. Pitono, 2. Djaswadi Dasuki, 3. Djauhar Isma

Background: Diarrhoeal diseases are a leading cause of childhood morbidity and mortality in developing countries, and an important cause of malnutrition. Most diarrhoeal deaths are caused by failure to treat acute dehydration properly and to correct electrolyte imbalances. Studies from both the developing and developed world demonstrate that morbidity and mortality can be drastically reduced by the prompt introduction of two simple treatments: oral rehydration therapy and early refeeding. Mother’s actions in treating diarrhoea at home, especially in giving oral rehydration and feeding, are very important to reduce morbidity and mortality due to diarrhoea.

04/2006

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DEMAM BERDARAH DENGUE (PSN-DBD) DI KELURAHAN CIGUGUR TENGAH KOTA CIMAHI
Agus Riyanto, SKM.,M.Kes

Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan penyebarannya melalui nyamuk Aides (Stegomiya). Menurut WHO (2000) DBD merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena penyebab utama banyaknya rawat inap di rumah sakit serta kematian anak. Di Kota Cimahi jumlah tertinggi kasus DBD terdapat di Kelurahan Cigugur Tengah dan dari hasil pemeriksaan jentik, angka bebas jentik di Kelurahan Cigugur Tengah masih di bawah 95% atau dengan kata lain angka bebas jentiknya lebih dari 5%. Titik berat pemberantasan penyakit DBD adalah dengan pelaksanaan PSN-DBD dengan harapan bila kegiatan ini berjalan dengan baik akan dapat menenkan berkembangbiaknya nyamuk dan pada akhirnya akan dapat menurunkan tingkat penularan dan pemberantasan nyamuk Aedes Aegypty.

04/2006

Copyright©2017, ICT Department
Stikes Jenderal A. Yani Cimahi