Indeks Journal bulan 04-2010

HUBUNGAN STATUS DEMOGRAFI DENGAN KEPUASANMASYARAKATTENTANG PELAYANAN JAMKESMASDI WILAYAH PUSKESMAS TANJUNGSARI KABUPATEN BOGORTAHUN 2010
Budiman, Suhat, Nyai Herlina

One effort to achieve the goal of health development is to maximize the health service to the community with best quality. Patient satisfaction is a patient's level of feelings that arise as a result of health service performance is obtained after comparing it with what patients expect.Still the complaints submitted by patients will be described on the implementation of service Jamkesmas quality services at Puskesmas Tanjungsari Jamkesmas Bogor Regency.This research aims to find out the description of patient satisfaction as well as see the relationship of demographic status by age, gender, education, occupation, income with patient satisfaction. The method used is descriptive correlative with cross sectional approach. Samples taken from patients whoreceived care at the health center Jamkesmas Tanjungsari Bogor as much as 100 respondents with a proportionate stratified random sampling technique. To determine whether there is any relationship between demographic status with patient satisfaction used chi square test. Results showed an average satisfaction level of patients was 81.00% with a proportion of 32% satisfied. Statistical test results can concluded that there was no relationship between age and patient satisfaction (p= 0.052), there is a relationship between sex with patient satisfaction (p = 0.007), there is a relationship between education with patient satisfaction (p = 0.000), there is a relationship between income with patientsatisfaction (p = 0.008). It is suggested should be done to improve the quality of services through tangible dimensions, especially in the comfort of the patient waiting room, then the reliability dimension on the registration procedure is easy and quick, and the dimensions of responsiveness on fast service and immediate

04/2010

GAMBARAN PENGETAHUAN MAHASISWA STIKES SANTO BORROMEUS MENGENAI DAMPAK GLOBAL WARMING BAGI KESEHATAN
ELIZABETH ARI ELIZABETH NELAWATY

Pada abad 21 kesehatan lingkungan hidup kita mengalami kerusakan, hal ini menjadi fokus perhatian dunia terutama dalam hal kenaikan suhu bumi yang sering disebut dengan global warming. Kurangnya kepedulian masyarakat dalam mengurangi efek dari global warming dapat mengakibatkan bumi ini hancur dan dampak dari global warming dapat mengakibatkan meningkatnya faktor resiko dan penyakit yang mengancam kesehatan manusia secara global.

04/2010

GAMBARAN FAKTOR RESIKO PADA PASIEN PENYAKIT GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RUANG X.A RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG
Hj.Euis Nurhayati,Dra.,M.Kes dan Isni Nuraini

Di negara-negara maju dan berkembang , kematian yang diakibatkan oleh penyakit jantung menduduki ranking pertama setiap dan sepanjang tahun. Jadi, penyakit jantung merupakan pembunuh yang utama di negara tersebut setiap dan sepanjang tahun. Diperkirakan peningkatan jumlah kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung antara lain perubahan pola hidup , khusus bagi seseorang yang hidup dikejar waktu, selalu gelisah, kurang bergerak, atau menjadi perokok, stress, usia yang sudah lanjut, dan perubahan konsumsi pangan dapat mendorong peningkatan menjadi penderita penyakit jantung. (WHO, 2006).

04/2010

HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BBLRDI RUANG PERINATOLOGI RSU dr. SLAMET GARUT TAHUN 2009
Ridwan Setiawa, Rina Melani, Inggrid Dirgahayu

WHO (2002) mengemukakan selama tahun 2000 terdapat 4 juta kematian neonatus (3 juta kematian neonatal dini, dan 1 juta kematian neonatal lanjut). Seperlimanya akibat bayi prematur dan BBLR. Di Indonesia tahun 2007 AKB mencapai 26,9per 1.000 kelahiran hidup. Di Garut pada tahun 2008 mencapai 31,77 perseribu kelahiran hidupdengan jumlah kematian bayi 366 (Dinkes). Sedangkan di RSU dr. Slamet Garut selama 3 tahun diperoleh angka kematian BBLR 46,53% (2006), 51,60% (2007), dan 43,25% (2008). BBLR didefinisikan WHO sebagai bayi dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Menurut Saefuddin (2006) penyebab BBLR diantaranya kekurangan gizi. Kekurangan gizi menyebabkan anemia. Anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan pendarahan akut bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Ruang Perinatologi RSU dr. Slamet Garut Tahun 2009.

04/2010

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMA NEGERI 1 CILILIN TAHUN 2009 The Description of Knowledge and Attitude about Adolescence Reproductive Health at SMA Negeri 1 Cililin Year of 2009
Hari Suhud dan Eva Berthy Tallutondok

In the human being, the reproductive system starts to function in the term of adolescent. The specific characteristics were indicated by primary and secondary physically changing. In the social aspect, theadolescent have admired with opponent sex and libido, so that the adolescent became confused by itself. The aim of this research was to know the adolescenceís knowledge and attitude of their reproductive health. This study was designed by descriptive quantitative with crossectional approach. The population were all students of SMA Negeri 1 Cililin who attended in class X and XI. Sample (n=365) which was identified by inclusive criteria purposive sampling technic. All data were analyzed in univariat data with frequency distribution. The result were found that knowledge with good (15.3%), fair (50.7%), and poor (34%). While favorable attitude (99.7%) to the positive statement and also (97.5%) to the negative statement. It assumed that the teaching learning methods ofbiology subject need to be evaluated, so that the subject will be understand able by student. Although there were many information resources, the adolescent have not used optimally yet. Based on the result, therefore researcher recommended to Cililin Community Health Center for making relation with School Health Unity to improve studentís knowledge of reproductive health, and for Guidance Counseling teacher need to do evaluation in learning method.

04/2010

FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN TB PARU PADA ANAK DI KABUPATEN PURWOREJO PROVINSI JAWA TENGAH 2009
Achmad Setya Roswendi

Kabupaten Purworejo merupakan salah satu dari 35 Kabupaten/kota di Jawa Tengah. Data kasus TB tahun 2006 berjumlah 255 orang, tahun 2007 berjumlah 310 orang dan tahun 2008 berjumlah 567 orang (501 kasus terdaftar di puskesmas dan 66 kasus terdaftar di RS) dan 112 diantaranya adalah kasus TB paru pada anak. Adanya peningkatan jumlah kasus TB ini dimungkinkan karena keberhasilan program pencarian penderita secara aktif ke desa-desa dengan fokus kasus tuberkulosis (TB), baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Cakupan imunisasi BCG di Kabupaten Purworejo tahun 2008 mencapai 115%, pencapaian cakupan imunisasi tertinggi di Kecamatan Banyuurip Puskesmas Seborokrapyak sebesar 266.7%, sedangkan cakupan imunisasi BCG yang terkecil di Kecamatan Kutoarjo Puskesmas Kutoarjo sebesar 63.8% .

04/2010

Copyright©2017, ICT Department
Stikes Jenderal A. Yani Cimahi