Indeks Journal bulan 08-2008

KAJIAN PERANAN LINGKUNGAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) PENYAKIT FLU BURUNG PADA MANUSIA¹ (Studi Kasus Kontrol di Wilayah Propinsi Jawa Barat)
Budiman², Bibiana W. Lay³, Khairil A. Notodiputro³,Tri Budhi Soesilo³, I. Wayan T. Wibawan³

Penyakit flu burung telah menjadi isu global sehingga penanganan yang serius perlu segera diambil, agar KLB flu burung tidak bermutasi menjadi flu yang menular dari manusia ke manusia. Angka kejadian di Indonesia sampai bulan Febuari tahun 2008 mencapai 126 kasus positif flu burung dengan angka kematian 103 kasus (81,7%). Insidensi tertinggi adalah di Propinsi Jawa Barat dengan jumlah kasus positif flu burung mencapai 31 orang disertai angka kematian 26 kasus (83,8%). Timbulnya penyakit flu burung erat kaitannya dengan komponen lingkungan (lingkungan sosial ekonomi, fisik, dan biologi-kimia) sebagai faktor risiko . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji komponen lingkungan sebagai faktor risiko KLB penyakit flu burung pada manusia. Metode penelitian yang digunakan melalui penelitian kasus kontrol dengan pendekatan analisis odds ratio dan model statistik uji diskriminan dua kategori.

08/2008

PENGARUH PERAWATAN TERAPI INTRAVENA MODIFIKASI “EMPAT PANDUAN” TERHADAP ANGKA KEJADIAN INFEKSI LOKAL DI RSU CIBABAT CIMAHI
Hikmat Rudyana

Infeksi lokal pada pemasangan terapi intravena di RSU Cibabat Cimahi pada tahun 2005 ada pada kisaran 14 % sampai 29 %. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan “Empat Panduan” dalam upaya menurunkan angka kejadian infeksi lokal di Rumah Sakit Umum yang sama. Desain penelitian ini adalah eksperimen semu dengan sampel 18 orang untuk kontrol dan 18 orang untuk perlakuan. Hasil yang diperoleh berdasarkan hasil uji kesetaraan didapatkan seluruh variabel perancu memiliki nilai p > 0,05 yang berarti seluruhnya setara. Dari hasil uji didapatkan rata-rata umur pasien adalah 40,22 tahun, Umur termuda 20 tahun dan tertua 64 tahun, riwayat penyakit pasien sebagian besar adalah Non Bedah (83,3%), untuk aspek alergi sebagian besar pasien tidak mempunyai riwayat alergi (91,7%), untuk aspek diet sebagian besar pasien berdiet makanan biasa (55,6%) untuk gaya hidup sebagian besar pasien tidak merokok (69,4%) untuk jenis cairan sebagian besar pasien mendapatkan terapi cairan isotonik (88,9%),

08/2008

NILAI-NILAI PERILAKU SEKSUAL MASA REMAJA PADA REMAJA RT 06 & RT 07 RW 06 KELURAHAN GEGERKALONG KECAMATAN SUKASARI KOTA BANDUNG TAHUN 2001
Lela Juariah

Penelitian deskriptif eksploratif ini dilatarbelakangi dengan adanya kejadian kehamilan remaja di RT 06 dan RT 07 RW 06 Kelurahan Gegerkalong Kecamatan Sukasari Kota Bandung. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai nilai-nilai perilaku seksual masa remaja pada remaja RT 06 dan RT 07 Kelurahan Gegerkalong Kecamatan Sukasari Kota Bandung. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja yang bertempat tinggal di RT 06 & RT 07 RW 06 Kelurahan Gegerkalong Kecamatan Sukasari Kota Bandung, dengan teknik pengumpulan sampel Stratified sampel sebanyak 32 remaja dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik Focus Group Discussion (FGD). Data diinterpretasikan dan dianalisa menggunakan standar objektif persentase.

08/2008

HUBUNGAN BERBAGAI VARIASI NUTRISI DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN NEONATUS USIA 10-14 HARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GARUDA BANDUNG
Henny Cahyaningsih, Haris Sofyana, Nargis

Neonatus akan mengalami penurunan berat badan sampai dengan 10 % berat badan lahir. Berat badan harus bertambah lagi atau minimal sama dengan berat badan lahir pada usia 10-14 hari . Tujuan Penelitian ini adalahuntuk mengetahui hubungan berbagai variasi nutrisi terhadap perubahan berat badan neonatus usia 10 – 14 hari di Puskesmas Garuda Bandung, Penelitian didesain dengan desain penelitian cohort, hasil penelitian diuraikan secara analitik dengan metode uji statistic one way anova. Sampel diambil secara Accidental Sampling sebanyak 61 neonatus. Hasil penelitian menunjukan bahwa Hasil uji analisa statistic dengan menggunakan uji statistic One way Anova memberikan nilai p=0,010, sehingga p (0,010) < α (0,05), artinya terdapat hubungan yang cukup bermakna antara pemberian variasi nutrisi terhadap perubahan berat badan neonatus usia 10 – 14 hari di Puskesmas Garuda Bandung pada periode Oktober – Nopember 2007.

08/2008

GAMBARAN STRES PSIKOLOGIS SEBAGAI PENCETUS SERANGANULANG NYERI DADA PADA KLIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER BERDASARKAN KARAKTERISTIK DI RUANG PERAWATAN VIII RS. DUSTIRA CIMAHI
Evangeline Hutabarat dan Wiwin Wintarsih

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab kematian nomor 1 dinegara-negara maju dan merupakan penyebab kematian bermakna atas peningkatan angka kesakitan dan kematian di negara berkembang. Berdasarkan temuan terbaru tentang interaksi pikiran tubuh diperkirakan bahwa sebanyak 80 % dari semua masalah yang berkaitan dengan kesehatan diperburuk dengan stres. Di Rumah Sakit Dustira Cimahi angka kejadianperawatan berulang pada penderita Penyakit Jantung Koroner (PJK) dalam 3 bulan terakhir September sampai dengan Nopember 2006 sebanyak 136 orang dan sebesar 44,11 % pencetusnya diakibatkan oleh stres psikologis. Untuk mengetahui Gambaran tentang Stres Psikologis yang berhubungan dengan masalah keluarga dan pekerjaan sebagai Pencetus Serangan Ulang Nyeri Dada pada Klien Penyakit Jantung Koroner.

08/2008

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KLIEN TENTANG CARA PERAWATAN HIPERTENSI BERDASARKAN KARAKTERISTIK DI POLIKLINIK DALAM RS RAJAWALI BANDUNG
Dwi Hastuti dan Siska Lestari

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Survey faktor resiko penyakit kardiovaskuler oleh proyek WHO di Jakarta, menunjukkan angka prevalensihipertensi tinggi. Menurut laporan tahunan yang didapat di poliklinik dalam Rumah Sakit Rajawali yang berobat ke poliklinik pada bulan januari-maret sebanyak 221 orang, dari data yang didapat bahwa masih banyak klien yang mempunyai pengetahuan dan sikap perawatan hipertensi yang kurang, dan belum ada yang melakukan penelitian.

08/2008

PENGETAHUAN, SIKAP dan PRAKTEK WANITA DEWASA MENGENAI PEMERIKSAAN OBSTERTI DAN GINEKOLOGI RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG
Ritha Melanie

Pengetahuan, sikap dan praktek/keterampilan masyarakat yang baik tentang Sadari merupakan komponen indikator keberhasilan dari program pendidikan kesehatan mengenai deteksi dini kanker payudara. Sementara itu, peneliti menemukan bahwa sebagian besar dari wanita dewasa pengunjung Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung tidak mengetahui manfaat, waktu, frekuensi, faktor risiko terkena kanker payudara dan tidak dapat melakukan Sadari dengan teknik yang tepat. Padahal wanita dewasa seharusnya lebih mengetahui kesehatan payudaranya sendiri dan mampu melakukan Sadari dengan teknik yang tepat.

08/2008

PENGALAMAN IBU PRIMIPARA DENGAN PEMULANGAN DINI DARI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIBABAT DI WILAYAH KOTA CIMAHI JAWA BARAT
Yayat Suryati

Pemulangan dini postpartum ialah memulangkan pasiendalam 48 jam atau kurang setelah pasien melahirkan pervaginam tanpa ada penyulit. Program pemulangan dini merupakan salah satu komponen dalam family centered maternity care, dimana keluarga turut aktif dalam perawatan ibu dan bayi baru lahir. Pengalaman ibu postpartum primipara dengan pemulangan dini akan bervariasi. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh gambaran tentang pengalaman ibu postpartum primipara yang mengalami pemulangan dini dari rumah sakit. Sebanyak lima partisipan ikut serta dalam penelitian ini. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.

08/2008

Copyright©2017, ICT Department
Stikes Jenderal A. Yani Cimahi