Indeks Journal bulan 08-2011

HUBUNGAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN BEROBAT PASIEN GANGGUAN JIWA DI UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI JAWABARAT TAHUN 2009
Lela Juariah dan Arum Yulianti

Di Indonesia diperkirakan sekitar 50 juta (25%) dari 220 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa, tetapi tidak semua pasien gangguan jiwa mau datang untuk berobat ke rumah sakit jiwa. Kepatuhan pasien gangguan jiwa untuk berobat ke rumah sakit jiwa belum optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satu faktornya adalah dukungan psikososial keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan psikososial keluarga terhadap kepatuhan berobat pasien gangguan jiwa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui metode korelasi dengan pendekatan studi potong lintang (cross sectional). Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berbentuk kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga pasien gangguan jiwa yang datang mengantar pasien ke Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, maka jumlah responden yang diperoleh sebanyak 88 responden. Analisa data dilakukan melalui dua tahapan yaitu analisa univariat kemudian dilakukan analisa bivariat.

08/2011

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG POSYANDU DENGAN KETERATURAN IBU MENGUNJUNGI POSYANDU DI DESA CIBEBER RW 14 PUSKESMAS CIBEBER CIMAHI TAHUN 2010
Indria Astuti dan Rivqoh

Kunjungan ibu ke posyandu RW 14 wilayah kerja Puskesmas Cibeber tahun 2009 sebesar 66% sedangkan target yang harus dicapai 80%, masih terdapat kesenjangan antara angka pencapaian dan angka target. Hasil studi pendahuluan ibu tidak mengetahui apa dan bagaimana pelayanan yang diberikan di Posyandu, dan sebagian besar ibu tidak teratur mengikuti kegiatan posyandu sehingga angka pencapaian kunjungan kurang dari target yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang posyandu dengan keteraturan ibu mengunjungi posyandu di desa Cibeber RW 14 wilayah kerja Puskesmas Cibeber Cimahi 2010.

08/2011

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP LANSIA MENGENAI POSBINDU DI RW 07 DESA KERTAWANGI KECAMATAN CISARUA KABUPATEN BANDUNG BARAT TAHUN 2011
R Noucie Septriliyanadan Wiwi Endah Sari

Masalah lanjut usia merupakan tanggungjawab semua pihak, tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat, sebagaimana tertuang dalam pasal 8 UU No.31/1998 tentang lansia dikatakan bahwa baik pemerintah, masyarakat, dan keluarga bertanggungjawab atas terwujudnya upaya peningkatan kesejahteraansocial lansia. Posbindu lansia bertujuan untuk meningkatkan derajat, mutu kehidupan, dan kesehatan lansia untuk mencapai masa tua bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan keberadaannya agar bisa berperilaku sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap lansia mengenai Posbindu di RW 07 Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat Tahun 2011.

08/2011

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI DENGAN KEHAMILAN REMAJA DI PUSKESMAS CIPAGERAN CIMAHI UTARA TAHUN 2010
Yeni RosyenidanIsti Dariah

Kehamilan pada masa remaja dan menjadi orang tua diusia remaja berhubungan secara bermakna dengan resiko medis dan psikososial, baik terhadap ibu maupun bayinya. Kurangnya pengetahuan seks dan kehidupan rumah tangga serta adanya adat istiadat yang merasa malu kawin tua menyebabkan menigkatnya perkawinan dan kehamilan usia remaja (Soetjiningsih,2004). Menurut Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI, 2002-2003) didapatkan bahwa sebanyak 34,7 % remaja putri dan 46,5 % remaja pria telah melakukan hubungan seksualdi luar nikah.

08/2011

HUBUNGAN MOTIVASI KERJA BIDAN DALAM PELAYANAN ANTENATAL DENGAN KEPATUHAN PENDOKUMENTASIAN KARTU IBU HAMIL DI PUSKESMAS UPTD KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2008
Yulia Sari dan Rusnadiah

Angka Kematian Ibu 307/100.000 KH dan Angka Kematian Bayi 35/1000 KH di Indonesia yang masih tinggi dibandingkan dengan negara-negara Asean menjadi prioritas bagi Departemen Kesehatan. Salah satu upayanya adalah Safe Motherhood yang diantaranya mencakup pelayanan antenatal yang perlu ditingkatkan kualitas pelayanannya oleh bidan.

08/2011

ANALISIS FAKTOR DOMINAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM BAYU ASIH PURWAKARTA TAHUN 2009
Budiman, Juju Juhaeriah, dan E. Eryana Dinata

Motivasi (motivation) dalam manajemen hanya ditujukan pada sumber daya manusia umumnya dan bawahan khususnya (Hasibuan, 2007). Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi bawahan, agar mau bekerja sama secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan”. Motivasi yang dilakukan di RSU Bayu Asih Purwakarta belum dilaksanakan dengan baik. Hal ini terlihat dari banyaknya keluhan pasien dalam pelayanan, lambatnya pencarian status pasien yang dirawat ulang, tidak teraturnya penyimpanan status pasien serta dokter sering datang terlambat sehingga pasien harus menunggu lebih lama, belum dilaksanakan sepenuhnya sistem yang baku tentang pemberian penghargaan dan hukuman terhadap para pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan motivasi kerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Bayu Asih Purwakarta

08/2011

HUBUNGAN OBESITAS DENGAN DIABETES MELLITUS DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSU CIBABAT CIMAHI TAHUN 2010
Hikmat Rudyana

Obesitas merupakan keadaan yang melebihi dari berat badan relatif seseorang. Menderita obesitas berarti memperbesar resiko timbulnya penyakit salahsatunya Diabetes Mellitus (DM) dan angka kematian yang lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak gemuk. Dari hasil studi pendahuluan di poliklinik penyakit dalam RSUD Cibabat Cimahi didapatkan dari 8 orang yang dikategorikan obesitas 1 ada 5 orang yang mempunyai riwayat Diabetes mellitus dan dari 2 orang yang mempunyai kategori obesitas 2 ada 1 yang menderita Diabetes mellitus.

08/2011

TINGKAT KECEMASAN PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI POLIKLINIK KANDUNGAN RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG
Tri Ardayani

Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002/2003, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih berada di angka 307 per 100.000 kelahiran hidup atau setiap jam terdapat 2 orang ibu bersalin meninggal dunia. Angka kematian bayi (AKB), khususnya angka kematian bayi baru lahir normal (Neonatal) masih berada pada kisaran 20 per 1.000 kelahiran hidup, mengakibatkan kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar, yang berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Respon terhadap kecemasan dapat berupa respon fisiologis, perilaku, respon kognitif dan respon afektif. Dari respon tersebut akan timbul dua respon yaitu respon konstruktif dan destruktif.

08/2011

Copyright©2017, ICT Department
Stikes Jenderal A. Yani Cimahi