Indeks Journal bulan 12-2009

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PERILAKU IBU DENGAN KEJADIANDIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS BATUJAJAR KABUPATEN BANDUNG BARAT
Novie E. Mauliku dan Eka Wulansari

Penyakit diare masih menjadi penyebab kematian terbesar di dunia terutama pada balita. Di Indonesia pada tahun 2005 jumlah penderita diare sebanyak 5.051 dengan 127 orang meninggal (Case Fatality Rate = 2,51%). Pada tahun 2006 meningkat menjadi 10.980 kasus dengan 277 orang meninggal (CFR = 2,52%). Sedangkan di Puskesmas Batujajar Proporsi kasus diare pada periode Januari sampai dengan Juli 2008 sebanyak 14%. Penyebab utama tingginya kasus diare, dipengaruhi oleh beberapa faktor. yaitu faktor infeksi, malabsorbsi, alergi, keracunan dan immunodefisiensi, faktor perilaku dan lingkungan.

12/2009

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI METODE PENDIDIKAN SEBAYA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DALAM PENCEGAHAN KEHAMILAN TAK DIINGINKAN (KTD) DI SMKN 15 KOTAMADYA BANDUNG
Iryanti

Background: Reproductive health is very important for youth to understand as unawareness of right reproductive healt may lead youth to free sex before marriage leading to unwanted pregnancy and increasing abortion, STDs, HIV/AIDS. Youth needs right reproductive health educational service and it is better for youth classmates to give this sort of service. Classmates are more open and easy to communicate with compared to parents and teachers. However, this attempt is still disagreed in Indonesia.

12/2009

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN TENTANG MAKANAN PENDAMPING (MP) ASI BERDASARKAN KARAKTERISTIK DI KELURAHAN CIPAGERAN DAN CITEUREUP CIMAHI UTARA PERIODE MARET-MEI 2008
Yusti Meliana, Budiman, Yeni Rohayeni

Latar Belakang: Tidak terselenggaranya program ASI Eksklusif dipengeruhi oleh adanya pemberian makanan pendamping ASI yang diberikan sebelum bayi berumur 6 bulan. Adanya pemberian MP ASI dini dipengaruhi juga oleh beberapa faktor seperti belumoptimal dan belum komprehensifnya penerangan dan penyuluhan tentang kapan dan bagaimana sebaiknya MP ASI itu diberikan. Selain itu kebiasaaan memberikan makanan dan atau minuman secara dini pada masyarakat juga memicu tidak terlaksananya ASI eksklusif. (Ainy , 2003) Berdasarkan data survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2002-2003 pemberian ASI eksklusif pada bayi berumur 2 bulan hanya 64 persen. Persentase ini menurun dengan jelas menjadi 46 persen pada bayi berumur 2-3 bulan dan 14 persen pada bayi berumur 4-5 bulan. (SDKI, 2002-2003)

12/2009

TATALAKSANA BAYI BARU LAHIR YANG MENGALAMI SINDROMASPIRASI MEKONEUM
Bakhtiar

Aspirasi mekoneum adalah terhisapnya cairan amnion yang tercemar mekoneum ke dalam paru-paru bayi baru lahir, yang dapat terjadi pada saat intrauterin, persalinan, atau setelah lahir. Beberapa faktor resiko dapat mepermudah terjadinya aspirasi mekoneum, yaitu hamil lebih bulan, ibu preeklamsia/eklamsia, penderita diabetes melitus, perokok berat, ibu dengan kelainan paru kronik atau penyakit jantung, dan bayi yang kecil menurut usia kehamilan. Manifestasi klinis yang muncul sangat tergantung pada kekentaan mekoneum dan seberapa banyak ketuban yang tercemar mekoneum tersebut terhisap ke dalam saluran pernafasan. Tatalaksana meliputi tindakan pengisapan mekoneum dalam saluran nafas setelah bayi lahir dan pemberian oksigen. Pencegahan dilakukan dengan pengenceran meconeum dalam ketuban (amnioinfusion). Sedangkan, jika sedang memimpin persalinan, tindakannya adalah membersihkan hidung, rongga mulut dan faring dari mekoneum, setelah kepala lahir dan sebelum bahu lahir.

12/2009

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM PADA AKSEPTOR KB GOLONGAN RISIKO TINGGI DI PUSKESMAS WILAYAH KEC. CIMAHI SELATAN KOTA CIMAHI TAHUN 2008
TRI SETIOWATI

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan pilar pertama dalam 4 pilar Safe Motherhood. Salah satu sasaran program KB adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang termasuk ke dalam Golongan Risiko Tinggi (GRT)/(Limiting Phase) yaitu PUS yang termasuk kedalam fase membatasi kelahiran, yang mana telah memiliki anak > 3 dan berumur > 34 tahun. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan salah satu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan suatu alternatif pilihan yang tepat bagi PUS GRT. Proporsi penggunaan AKDR pada akseptor KB GRT di Puskesmas Wilayah Kecamatan Cimahi Selatan sangat rendah yaitu hanya 28,38%.

12/2009

Copyright©2017, ICT Department
Stikes Jenderal A. Yani Cimahi