Indeks Journal bulan 12-2011

ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN DAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TERJADINYA DEMAM CHIKUNGUNYA DI DESA SUKASARI KECAMATAN PAMEUNGPEUK KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011
Dyan Kunthi N. dan Taliah

Demam Chikungunya merupakan penyakit lama yang muncul kembali (re-emerging disease), yaitu penyakit infeksi virus yang disebarluaskan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kecamatan Pameungpeuk merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bandung yang termasuk dalam wilayah endemis Chikungunya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor lingkungan dan sosiodemografi di Desa Sukasari Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung tahun 2011. Desain penelitian yang digunakan adalah kasus kontrol. Sampel yang digunakan sebanyak 156 orang yang terdiri atas sampel kasus 78 orang dan kontrol78 orang. Kasus adalah masyarakat di Desa Sukasari yang menderita demam Chikungunya, sedangkan kontrol adalah orang yang terdekat dengan kasus (tetangga kasus). Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi, bivariat untuk mengetahui perbedaan proporsi antar dua variabel dengan uji Chi Square dan melihat besarnya resiko terjadinya penyakit (OR) dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda.

12/2011

Faktor Ibu yang Berhubungan dengan Berat Badan Bayi Lahir di Puskesmas Garuda Tahun 2010
Budiman, AgusRiyanto, Juju Juhaeriah, dan Gina H

Indikator kesehatan suatu bangsa salah satunya masih dilihat dari tinggi atau rendahnya angka kematian neonatal.Penyebab utama kematian neonatal adalah bayi berat lahir rendah (BBLR).Pada tahun 2009 di Propinsi Jawa Barat jumlah BBLR 14.555 bayi dan Kota Bandung sebanyak 526 bayi. Kejadian BBLR dapat ditanggulangi secara efisien yaitu upaya pencegahan apabila diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan berat bayi lahir (BBL).Faktor ibu sangat berhubungan dengan pertumbuhan janin.

12/2011

HUBUNGAN ASUPAN NUTRISI DENGAN OBESITAS USIA DINI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI SDS KARTIKA SILIWANGI 5 CIMAHI
Setiawati dan Elga C

Anak adalah individu yang memerlukan bantuan orang dewasa untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangannya. Pertumbuhan dan perkembangan anak berbeda satu sama lain, hal ini disebabkan oleh perbedaan gizi, perlakuan orang tua terhadap anak, kebiasaan hidup dan lain-lain. Kebutuhan nutrisi anak usia sekolah adalah 85kkal/kgBB.Maraknya makanan siap saji mampu mempengaruhi perubahan perilaku makan dan perilaku hidup sehat pada anak-anak sehingga beberapa dari mereka menjadi gemuk sampai akhirnya menderita kegemukan (obesitas). Obesitas, jika tidak teratasi akan berlanjut sampai remaja dan dewasa dan dapat menimbulkan berbagai macam penyakit berbahaya.

12/2011

HUBUNGAN ANTARA STRATEGI KOPING DAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN STRESS KERJA DI RUANG PERAWATAN INTENSIF RUMAH SAKIT DUSTIRA CIMAHI
Ismafiaty

Stres kerja adalah tekanan yang terlalu besar bagi individu. Terjadinya stres di tempat kerja hampir tidak dapat dihindari dalam banyak jenis pekerjaan. Perawat sebagai sumber daya manusia yang bekerja di rumah sakit, dalam melaksanakan pekerjaannya dihadapkan pada kondisi-kondisi (karakteristik organisasi) yang dapat menimbulkan stres kerja. Faktor yang mempengaruhi stress kerja adalah strategi koping dan karakteristik individu meliputi usia, jenis kelamin, pendidikian, masa kerja, dan status perkawinan.

12/2011

HUBUNGAN SIKAP IBU TENTANG SANITASI BOTOL SUSU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA 1 - 5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIMAHI SELATAN
Novie E. Mauliku dan Angga Rakhmadi

Diare merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Sebagian besar penderita diare adalah balita. Konsumsi susu formula menggunakan botol susu sebagai makanan sapihan terutama bagi anak usia 1 - 5 tahun selalu meningkat. Maka dari itu sikap ibu terhadap sanitasi botol susu sangat penting untuk mengurangi risiko kejadian diare pada balita. Penderita diare terutama pada balita di wilayah kerja Puskesmas Cimahi Selatan selalu tinggi dibandingkan dengan Puskesmas lain yang berada di wilayah Cimahi.

12/2011

HUBUNGAN PENGETAHUAN SUAMI DENGAN MINAT BERHUBUNGANINTIM IBU POST PARTUM DI RUMAH SAKIT DUSTIRA CIMAHI
Yayat Suryati dan Ova Elliya

Banyak ibu postpartum yang merasa tidak berhasrat untuk melakukan senggama pasca persalinan, karena takut terhadap rasa nyeri yang mungkin ditimbulkannya. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Rumah Sakit Dustira Cimahi pada bulan April 2011 terdapat 9 ibu bersalin normal dan 1 ibu bersalin melalui operasi caesarea, dari hasilwawancara 3 ibu mengatakan akan mulai berhubungan seksual kira-kira 3 bulan setelah melahirkan dan 7 diantaranya mengatakan belum memikirkan tentang kapan akan mulai berhubungan seksual lagi. Sehinggapeneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengetahuan dengan minat berhubungan seksual pasca istri melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan suami dengan minat berhubungan seksual ibu post partum di Rumah Sakit Dustira Cimahi.

12/2011

HUBUNGAN FAKTOR FAKTOR IBU DENGAN PELAKSANAAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI 6-12 BULAN DIDESA CIDADAP WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAGADEN BARAT KABUPATEN SUBANG PERIODE JANUARI JULI 2011
Tri Setiowati

Di Kabupaten Subang pada tahun 2010 untuk program pemberian ASI Eksklusif memiliki target yaitu 80%, sementara pada tahun 2009 untuk program pemberian ASI Eksklusif hanya dapat tercapai 61,13% sehingga untuk program pemberian ASI eksklusif memiliki kesenjangan yaitu 18,87 %. Berdasarkan data dari Puskesmas Pagaden Barat pemberian ASI Eksklusif yang paling rendah yaitu Di Desa Cidadap sebanyak 51% dari 110 bayi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Faktor Faktor Ibu Dengan Pelaksanaan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi 6 12 Bulan Di Desa Cidadap Wilayah Kerja Puskesmas Pagaden Barat Kabupaten Subang Periode Januari Juli Tahun 2011.

12/2011

PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENGELUARAN KOLOSTRUM PADA IBU POST PARTUM DI RUANG KEBIDANAN RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH BANDUNG TAHUN 2011
Siti Nur Endah dan Imas Masdinarsah

Kolostrum sangat bermanfaat sekali untuk bayi di awal kehidupannya karena mengandung banyak antibody untuk kekebalan bayi dan bisa mencegah sakit diare yang akan mengakibatkan kematian pada bayi dan Balita. Banyak ibu post partum yang mengeluh ASInya tidak keluar sehingga tidak bisa memberikan kolostrum kepada bayinya di awal kehidupannya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk membantu mengeluarkan kolostrum yaitu dengan pijat oksitosin. Tujuan penelitian ini untuk melihat sampel lama waktu dan jumlah kolostrum antara ibu post partum yang dipijat oksitoain dan yang tidak dilakukan pijat oksitosin. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen quasi pada ibu post partum primi para 18 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara acidental sampling. Data dianalisis dengan uji T Independen.

12/2011

Copyright©2017, ICT Department
Stikes Jenderal A. Yani Cimahi