Indeks Journal bulan 04-2009

HUBUNGAN ANTARA DURASI PEMBERIAN ASI DAN FAKTOR LAINNYA DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK UMUR 12-24 BULAN DI KELURAHAN CIGUGUR TENGAH KECAMATAN CIMAHI TENGAH KOTA CIMAHI TAHUN 2009
Susilowati

Latar Belakang. Hubungan antara durasi pemberian ASI dengan status gizi pada anak masih menjadi kontroversi. Sebagian penelitian terdahulu menunjukkan adanya hubungan positif, sebagian menunjukkan hubungan yang negatif, dan sebagian lagi menunjukkan hubungan campuran. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab mengapa WHO merekomendasikan durasi pemberian ASI hingga anak berumur 2 tahun. Disain/Metode. Disain studi cross sectional digunakan untuk menganalisis hubungan antara durasi pemberian ASI dan faktor lainnya dengan status gizipada anak umur 12-24 bulan di Kelurahan Cigugur Tengah Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi yang dikategorikan padat penduduk, daerah tujuan urbanisasi, tingkat sosial ekonomi menengah ke bawah, mayoritas tingkat pendidikan relatif rendah, higiene dan sanitasi yang kurang, serta banyak ibu yang bekerja di luar rumah. Sampel berpasangan ibuanak (n = 246) diambil secara acak proporsional dari 31 Posyandu untuk anak yang lahir cukup bulan dengan berat lahir normal, tercatat sudah disapih, tidak mengalami masalah fisik, abnormalitas mekanik mulut, dan gangguan neurologis serius yang dapat menyebabkan kekurangan gizi. Pengumpulan data meliputi pengukuran berat badan, panjang badan, food recall 1x24 jam, dan kuesioner pengetahun ibu tentang ASI dan gizi seimbang. Data dianalisis untuk mendapatkan gambaran status gizi anak, rata-rata durasi pemberian ASI, korelasi antara durasi pemberian ASI dan faktor lainnya dengan status gizi anak.

04/2009

GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN PRAKTEK SWASTA TENTANG INISIASI MENYUSU DINI BERDASARKAN KARAKTERISTIK BIDAN DI KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT TAHUN 2008
Sugiarti dan Vera Talumepa

Latar Belakang : Angka kematian bayi (AKB) di Jawa Barat adalah 40 per 1.000 kelahiran hidup. Sedangkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung jumlah kematian bayi di Kabupaten Bandung tahun 2007 adalah 115. Menurut penelitian kematian bayi yang terjadi satu bulan pertama dapat dicegah bila bayi dapat disusui oleh ibunya dalam satu jam pertama kelahiran. Berdasarkan penelitian tersebut diperkirakan inisiasi menyusu dini dapat menyelamatkan 30.000 bayi Indonesia yang meninggal pada bulan pertama kelahiran. Pada studi pendahuluan terdapat banyak bidan di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat yang tidak melakukan Inisiasi Menyusu Dini.

04/2009

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS SINDANGKERTA KABUPATEN BANDUNG BARAT
ASEP DIAN ABDILAH dan MUHAMAD RAMDAN

Puskesmas sebagai institusi terdepan tidak hanya pemberi pelayanan saja, tetapi juga melaksanakan berbagai program kesehatan. Kegiatan di puskesmas bersipat promotif, preventif, kuratif, bahkan rehabilitatif. Puskesmas bertanggung jawab dalam menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat dengan memberikan jasa pelayanan kesehatan yang bersifat sosial, sehingga keberadaannya masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dalam aplikasinya, puskesmas harus memperhatikan mutu pelayanan kesehatan yang diberikannya, agar tercipta kepuasan pada pasiennya. Puskesmas Sindangkerta sangat memperhatikan kepuasan pasien karena merupakan rantai informasi promosi sehingga pasien mempunyai persepsi yang baik terhadap Puskesmas Sindangkerta, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah kunjungan ke Puskesmas.

04/2009

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN MANAJEMEN KIA PUSKESMAS OLEH BIDAN KOORDINATOR DI KABUPATEN BANDUNG BARAT TAHUN 2008 FACTORS RELATED TO THE EXECUTION OF MATERNAL AND CHILD HEALTH MANAGEMENT IN PUBLIC HEALTH CENTER BY COORDINATOR MIDWIFE IN WEST BANDUNG REGENCY YEAR 2008
SUHAT

Many public health centers in West Bandung Regency which has not fulfilled target of coverage first visit (K1= 95 %) and forth visit (K4= 90 %) as according to target specified in the year 2008 can be made indicator that execution of maternal and child health (KIA) management in public health center in West Bandung Regency has not optimal. To know relation between knowledge, attitude, motivation, support, equipments, year of service to execution of maternal and child health management in public health center by coordinator midwife is done a research to all the coordinator midwife in West Bandung Regency. Method applied in this research is explanatory research to know the relation between independent variable to dependent variable. Crosssectional is used, where subject only be observed and measured at one time of research.

04/2009

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KEPATUHAN PENGGUNAAN APD PADA KARYAWAN BAGIAN PRESS SHOP DI PT. ALMASINDO II KABUPATEN BANDUNG BARAT TAHUN 2008
RUHYANDI DAN EVI CANDRA

Angka kecelakaan kerja di PT. Almasindo II mencapai 16,2 % atau 17 kasus dari 150 tenaga kerja di bagian Press Shop dan salah satu penyebabnya yaitu karena pekerja mengabaikan penggunaan APD yang telah disediakan oleh perusahaan. Kepatuhan menggunakan APD memiliki peran yang penting dalam menciptakan keselamatan di tempat kerja. Perilaku (tindakan) tidak aman yang sering ditemukan di tempat kerja adalah perilaku tidak patuh terhadap prosedur kerja/operasi, seperti menjalankan mesin atau peralatan tanpa wewenang, mengabaikan peringatan dan keamanan, tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Kepatuhan (compliance) pekerja dalam menggunakan alat pelindung diri di industri terutama yang high risk, memerlukan komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) baik dari pihak perusahaan atau manajemen maupun pekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan penggunaan APD.

04/2009

HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA LANSIA DI KECAMATAN CICENDO KOTA BANDUNG
Lia Meilianingsih

Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectiaonal yang bertujuan untuk menguji adanya hubungan antara pola makanan (kecukupan makanan, kelengkapan variasi jenis makanan, kebiasaan minum teh dan kopi ) dengan kejadian anemia. Penelitian ini dilakukan terhadap 132 sampel yang diambil secara acak. Data dikumpulkan dengan menggunakan foods records selama 7 hari dan pemeriksaan Hb dengan sianmethemoglobin. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian ini memperlihatkan adanya hubungan yang bermakna antara kecukupan sayur, lauk, pauk, dan buah (masing-masing mempunyai nilai p= 0,000). Namun tidak ada hubungan yang bermakna antara kecukupan nasi dengan kejadian anemia (p=0,137). Secara keseluruhan komponen makanan mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian anemia (p=0,014).

04/2009

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Propolis Apis MelliferaTerhadap Pertumbuhan MethicillinResistant Staphylococcus aureus (MRSA) Secara In Vitro
Arina Novilla

Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus(MRSA) is the major problem of nosocomial infection which spread through the contact within infectious paramedic and their have colonization (as reservoir) with patient in hospital. Several MRSA infection cured by antibiotics such as vancomycin, teicoplanin, and linezoid. The increases vancomycin uses for MRSA cases finally making decreases of antibiotic sensitivities. The nature source optimalization is one of alternative to find an antibacterial medicine which can not become resistant dan give the side efect, one of the alternative is propolis. Propolis is resinous mixture collected by bees. It uses as the isolationmaterial in beehives which useful for body staminaand has bacterial activity.

04/2009

PERAN KADER DALAM PENINGKATAN STRATA PELAYANAN POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAWARNA KOTA BANDUNG TAHUN 2008
Asep Taryana, Tri Sulastri, Sunaryo

Posyandu sebagai salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat sudah dicanagkan sejak tahun 1986, sampai saat ini perkembangannya masih mengalami pasang surut. Di Jawa Barat saat ini jumlah posyandu mencapai 41231 posyandu yang tersebar di 5231 Desa, dengan strata posyandu terbanyak pada strata Pratama (82,42%), Madya (0%),Purnama (15,5%), dan Mandiri (2,08%). Idealnya semakin lama posyandu berdiri maka, strata pelayanan harus semakin baik. Pelayanan posyandu sangat ditunjang oleh peran kader. Kader sebagai unsur masyarakat harus memahami betul tentang perannya dalam pelaksanaan kegiatan posyandu. Pelayanan posyandu sangat ditunjang oleh perannya dalam pelaksanaan kegiatan posyandu. Pelayanan posyandu yang maksimal diharapkan mempunyai daya ungkit yang bermakna terhadap penurunan angka kematian bayi dan ibu, sehingga dapat berpengaruh terhadap peningkatan angka Indek Pembangunan Manusia (IPM).

04/2009

Copyright©2017, ICT Department
Stikes Jenderal A. Yani Cimahi